Selasa, 20 September 2011

Mengangkat Tangan Ketika Berdoa dan Mengusap Wajah





عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : إِذَا دَعَوْتَ اللَّهَ , فَادْعُ بِبَاطِنِ كَفَّيْكَ ، وَلاَ تَدْعُ بِظُهُورِهِمَا ، فَإِذَا فَرَغْتَ , فَامْسَحْ بِهِمَا وَجْهَكَ
Dari ibnu Abbas, berkata: Bersabda Rasulullah shollallohu ‘alayhi wa sallam: “Jika engkau meminta (kebaikan) kepada Allah, maka mintalah dengan telapak tanganmu, dan janganlah engkau meminta dengan punggung kedua tanganmu. Jika telah selesai, maka usaplah dengan kedua telapak tanganmu itu akan wajahmu.” [Sunan ibnu Maajah no.1181,3866]

عَنْ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ، لَمْ يَحُطَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ
Dari Umar bin Khaththab, berkata: Adalah Rasulullah shollallohu ‘alayhi wa sallam, jika mengangkat tangannya dalam berdoa, tidaklah beliau kembalikan semula keduanya hingga beliau usap wajahnya dengan kedua tangannya. [Sunan at-Tarmidzi no. 3386; lihat juga al-Mu’jamul Awsath Thabrani no.7053, dan juga Musnad al- Bazzaar no.129]
عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ
Dari Anas, berkata: Adalah Rasulullah shollallohu ‘alayhi wa sallam mengangkat tangannya dalam berdoa hingga terlihat ketiaknya yang putih bersih. [Shahih ibnu Hibban no.877]
عَنْ أَبِي عُثْمَانَ، قَالَ: كَانَ عُمَرُ يَقْنُتُ بِنَا بَعْدَ الرُّكُوعِ، وَيَرْفَعُ يَدَيْهِ حَتَّى يَبْدُوَ ضَبْعَاهُ، وَيُسْمَعَ صَوْتُهُ مِنْ وَرَاءِ الْمَسْجِدِ

Dari Abu ‘Utsman (an-Nahdhi), berkata: ‘Umar (bin Khaththab) berqunut dengan kami setelah ruku’, dan mengangkat kedua tangannya sehingga tersingkap kedua dhob’anya. Dan terdengar suaranya dari belakang Masjid. [HR. Ibnu Abi Syaibah no.7041]
Dhob’a adalah lengan dari sikut sampai bahu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates