Tampilkan postingan dengan label islamic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islamic. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

Minta Diruqyah Tercela?

Para ulama berselisih pendapat tentang hadits ini [yaitu hadits yang mengatakan bahwa salah satu ciri orang yang masuk surga tanpa hisab adalah orang yang tidak minta diruqyah, pent.].

Sebagian ulama berpendapat sebagaimana dalam berbagai buku syarah atau penjelasan hadits, bahwa makna hadits tersebut sebagaimana makna zhahirnya. Sehingga seorang itu meminta orang lain untuk meruqyahnya maka dia tidak akan termasuk ke dalam hadits di atas.

Sedangkan sebagian ulama yang lain dan mereka adalah a-immah muhaqqiqun [para ulama yang teliti dan jeli] berpendapat bahwa maksud pokok hadits hadits adalah bagian akhirnya yaitu mereka adalah orang orang yang hanya bertawakkal kepada Allah.

Sehingga seorang itu benar benar bertawakkal alias menggantungkan hatinya kepada Allah maka tidaklah masalah berbagai usaha yang dia lakukan asalkan dia tidak bertawakal [menggantungkan hatinya] dengan usaha yang dia lakukan.

Oleh karena itu jika seorang yang sakit itu meminta kepada orang lain untuk meruqyah dirinya dan dia sendiri benar benar tawakkal kepada Allah maka itu mengapa.

Ciri orang yang masuk surga tanpa hisab dalam hadits di atas bisa kita kategorikan menjadi dua bagian:

Pertama, perkara yang terlarang dalam syariat. Itulah perasaan perasaan sial. Orang yang memiliki perasaan sial itu telah menjadikan sebagian sebab seakan akan sarana tercegahnya nikmat atau terjadinya marabahaya. Oleh karena orang jahiliah manakala melihat burung terbang ke arah timur maka dia berprasangka akan timbulnya marabahaya. Namun jika dia jumpai burung terbang ke arah barat maka yang muncul adalah perasaan yang lain.

Allah ingin menjelaskan bahwa sebab yang diyakini oleh sebagian orang sebagai sebab padahal syariat atau hukum kausalitas tidak menetapkannya sebagai sebab maka menggantungkan hati padanya atau melakukannya adalah syirik besar jika dia menyakini bahwa sebab tersebut memberi manfaat atau bahaya dengan sendirinya. Jika tanpa keyakinan tersebut sehingga yang terjadi hanyalah menyakini sebab yang bukan sebab secara syariat atau pun hukum kausalitas yang ada di alam semesta maka itu terhitung syirik kecil yang disebut oleh para ulama dengan sebutan kufrun duna kufrin atau kekafiran yang kecil.

Kedua, perkara yang mengurangi kadar tawakkal seseorang. Itulah minta diobati dengan cara kay dan minta untuk diruqyah.

Berdasarkan uraian di atas maka orang yang memang perlu diruqyah lantas dia meminta kepada orang lain untuk meruqyah dirinya dalam keadaan dia yakin bahwa yang menyembuhkan adalah Allah sedangkan ruqyah hanyalah usaha atau lantaran sehingga tentu saja dia tidak berkeyakinan bahwasanya kesembuhan itu di tangan fulan si peruqyah maka hukum hal tersebut adalah tidak mengapa.

Para ulama mengatakan bahwa diantara bukti yang menunjukkan benarnya pendapat yang kedua adalah seorang itu secara umum diperintahkan untuk berobat.

Kita semua tahu bahwa boleh jadi kesembuhan si sakit sebabnya adalah dokter namun pada kenyataannya hal ini tidaklah terlarang. Tidaklah menutup kemungkinan, pengobatan dokter -dikarenakan lemahnya tawakkal- itu lebih berkesan dalam hati dari pada kesan yang timbul karena ruqyah.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa yang jadi pokok masalah adalah tawakal kepada Allah dengan sebenar benarnya.

Namun tidaklah diragukan bahwa meminta diruqyah atau diobati dengan cara kay atau semisalnya menyebabkan melemahnya tawakal seseorang kecuali jika tawakalnya benar benar terjaga. Jika tawakkal benar benar terjaga maka meminta ruqyah itu tidaklah mengapa.

Demikian penjelasan Syaikh Dr Abdullah bin Nashir al Sulmi mengenai permasalahan ini.

Penjelasan beliau bisa disimak pada menit 02:45 sampai 05:37 dalam kajian yang bisa dijumpai pada link berikut
http://www.safeshare.tv/w/uHrxBaSpNG

Katakan Saja “Saya Tidak Tahu”

Di antara prinsip Syeikh Ibnu Baz adalah tidak malu untuk mengatakan, “Saya tidak tahu”. Ini adalah prinsip yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ َنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ قَالَ فَقَالَ « لاَ أَدْرِى ». فَلَمَّا أَتَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ « يَا جِبْرِيلُ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ ». قَالَ لاَ أَدْرِى حَتَّى أَسْأَلَ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ. فَانْطَلَقَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَمْكُثَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّكَ سَأَلْتَنِى أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ فَقُلْتُ لاَ أَدْرِى وَإِنِّى سَأَلْتُ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ فَقَالَ َسْوَاقُهَا.

Dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari ayahnya, sesungguhnya ada seorang yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai rasulullah tempat apakah yang paling buruk?”. Jawaban Rasul, “Aku tidak tahu”. Ketika Jibril datang menjumpai Nabi, beliau bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, tempat apakah yang paling buruk?”. Jibril berkata, “Aku tidak tahu. Kutanyakan dulu kepada Rabbku azza wa jalla”. Jibril lantas pergi. Setelah beberapa waktu lamanya, Jibril datang dan berkata, “Wahai Muhammad, engkau pernah bertanya kepadaku tentang tempat yang paling buruk lalu jawabku adalah aku tidak tahu. Hal itu telah kutanyakan kepada tuhanku azza wa jalla, ‘Tempat apakah yang paling buruk?’. FirmanNya, “Pasar”. (HR Ahmad no 16790, namun Syeikh Syu’aib al Arnauth mengatakan, ‘Sanadnya lemah’).

عن ابن عمر أن رجلا سأل النبي صلى الله عليه و سلم : أي البقاع شر ؟ قال : ( لا أدري حتى أسأل جبريل ) فسأل جبريل فقال : لا أدري حتى أسأل ميكائيل فجاء فقال : ( خير البقاع المساجد وشرها الأسواق )

قال شعيب الأرنؤوط : حديث حسن

Dari Ibnu Umar, ada seorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tempat apakah yang paling buruk?”. Jawaban Nabi, “Aku tidak tahu. Kutanyakan dulu kepada Jibril”. Setelah ditanyakan kepada Jibril, Jibril mengatakan, “Aku juga tidak tahu. Kutanyakan dulu kepada Mikail”. Pada akhirnya, Jibri datang dan mengatakan, “Tempat yang paling baik adalah masjid. Sedangkan tempat yang paling buruk adalah pasar”. (HR Ibnu Hibban no 1599. Syeikh Syuaib al Arnauth mengatakan, “Hadits hasan”).

Perkataan seorang ulama, “Aku tidak tahu” akan meningkatkan kedudukannya dan menyebabkan Allah membukakan untuknya ilmu yang tiada disangka-sangka karena dia telah menyerahkan ilmu hal yang ditanyakan kepada yang mengetahuinya. Syeikh Ibnu Baz adalah seorang yang sangat luas ilmu dan telaahnya meski demikian beliau tidak berani komentar dalam masalah yang beliau tidak tahu.
Suatu ketika beliau ditanya tentang seorang yang dalam shalat membaca ayat hutang yang merupakan ayat terpanjang dalam alQur’an. Ayat tersebut dibagi untuk dua rakaat. Ketika Syeikh Ibnu Baz ditanya tentang hukum hal ini pada awalnya beliau tidak memberikan jawaban. Beliau mengatakan, “Baru pertama kali ini saya mendapatkan pertanyaan tentang hal ini”. Kemudian beliau berkata, “Jika hal tersebut dia lakukan maka tidak mengapa akan tetapi yang lebih baik jika satu ayat tersebut dibaca untuk satu rakaat”.
Meski beliau banyak membahas berbagai permasalahan dan pertanyaan yang diajukan kepada beliau. Dengan sahaja dan didengar oleh para murid, beliau mengatakan, “Baru pertama kali ini saya mendapatkan pertanyaan tentang hal ini”. Perkataan beliau ini sangat jauh berbeda dengan orang yang sok tahu segalanya. Sedangkan beliau adalah ulama sejati yang merasa takut kepada Allah.
Sangat sering Syeikh Ibnu Baz mengatakan, “Masalah ini perlu dikaji ulang” lantas beliau berkata kepada salah seorang murid yang mengikuti kajian, “Wahai fulan tolong kaji masalah ini dan untukmu doa kebaikan dari kami”. Sang muridpun menyanggupinya kemudian murid tersebut pada kesempatan yang lain datang membawa makalah hasil pengkajian masalah tersebut. Setelah dia bacakan di hadapan Syeikh Ibnu Baz, beliau menyampaikan beberapa komentar.
Suatu waktu ada orang yang datang dan meminta fatwa saat Syeikh Ibnu Baz memberikan pengajian. Adalah kebiasaan beliau memberi fatwa di tengah pengajian meski masalah yang ditanyakan tidak terkait dengan topik pengajian. “Mereka adalah orang-orang yang memiliki hajat”, demikian komentar beliau.
Ternyata jawaban beliau untuk pertanyaan yang diajukan pada saat itu, “Saya tidak tahu. Saya tidak tahu”. “Engkau tidak tahu??!!”, komentar orang tersebut. Syeikh Ibnu Baz berkata, “Umumkan ke seluruh penjuru dunia bahwa Ibnu Baz tidak tahu”.

Rabu, 28 September 2011

Cintai Rasulullah



Sesaat sebelum Rasulullah SAW wafat beliau bertanya pada Jibril,“Jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”Jibril pun menjawab “ Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu.”.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh… kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.“Khabarkan kepada ku bagaimana nasib umatku kelak?” Pinta Rasulullah.
“Jangan khawatir wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Sesaat kemudian, terdengar Rasulullah memekik, “YaAllah, timpakan saja semua sakitnya maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seraya berkata “Ummatii, ummatii, ummatii”- (Umatku, umatku, umatku). Dan berakhirlah hidup seorang manusia yang mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai Rasulullah seperti Beliau mencitai kita? Mudah-mudahan kita termasuk umat yang selalu bershalawat kepada beliau Rasulullah S.A.W , sehingga kita bisa mendapatkan safaatnya kelak dihari pembalasan, amin.




Wanita yang pertama masuk syurga

Wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.
Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.


“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.

“Saya Fatimah, putri Rasulullah”

“Oh, iya. Ada keperluan apa?”

“Saya hanya berkunjung saja”

“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”


“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”


“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”

“Tetapi Hasan masih anak-anak”

“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”

“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.

Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.

“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”

“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”


“Dia perempuan?”


“Bukan, dia lelaki”

“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”

“Tetapi dia juga masih anak-anak”

“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”

“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa.

Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.
Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.


“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”

“Ada keperluan apa?”

“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”

“Oh, begitu”

Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.

“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.

“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”

Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”



“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”
“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”

“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya”

“Ya… ternyata inilah rahasia itu”

“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.

“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”

Subhanallah.

Jumat, 23 September 2011

Air Tawar Segar di Kedalaman Samudera

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang
lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al
Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi ‘Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques
Yves Costeau, ia seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di
seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton
jutaan pemirsa di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan
beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak
melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang
membatasi keduanya.,
Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu
penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-
jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah
kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang
fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun
menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua
lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu
beber-bunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan...” artinya “Dia
biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus.” Kemudian
dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang
beber-temunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana
teter-jadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak
menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma
lu’lu‘u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai
tidak ditemukan mutiara.
Teter-pesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat
keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil
disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan
selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti
pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sungguh-sungguh kitab suci
yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun
memeluk Islam. Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi
kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al ‘Azhim.
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang
dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih
kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Selasa, 20 September 2011

Eropa Telah Menyatakan Perang terhadap Islam dan Al Qur’an






Menyusul keputusan Dewan Eropa baru-baru ini tentang larangan pengajaran fakta Penciptaan di sekolah-sekolah, pokok persoalan kedua yang bergulir dalam rencana adalah putusan Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR) pada tanggal 9 Oktober bahwa pelajaran agama di sekolah-sekolah Turki adalah pelanggaran terhadap hak pendidikan. Dengan putusan ini, beragam pengubahan perlu dilakukan terhadap cara pengajaran agama di sekolah-sekolah Turki dan, menurut ECHR, bahkan pelajaran agama dengan cara bagaimanapun perlu dicegah.

Pada kenyataannya, pengubahan yang dimaksudkan di sini tidak memiliki tujuan selain menghapuskan sama sekali pendidikan agama, untuk memalingkan generasi muda dari keimanan kepada Allah (Tuhan) dan menanamkan pola pikir materialis dalam diri mereka. Keputusan melarang pengajaran Paham Penciptaan di sekolah-sekolah berdasarkan keputusan Dewan Eropa yang diambil di awal Oktober memiliki tujuan yang sama. Kenyataan bahwa laporan yang dimaksud tersebut menetapkan bahwa hanya teori evolusi yang seharusnya diizinkan di kurikulum dengan jelas menyingkap kekhawatiran bahwa para siswa yang belajar tentang fakta Penciptaan tidak akan tumbuh menjadi materialis. Inilah mengapa Paham Penciptaan telah digambarkan sebagai ancaman bagi Eropa dan keputusan di atas telah diambil. Keadaan yang sama berlaku pada pelajaran agama yang saat ini diberikan di Turki. Khawatir terhadap para siswa yang belajar tentang Islam dan meninggalkan pemikiran materialisme, Eropa saat ini telah menganjurkan dihentikannya pelajaran agama di sekolah-sekolah dengan beragam alasan. Upaya Eropa adalah jelas: menyatakan perang terhadap iman kepada Allah dan Islam.
Tidak ada keraguan bahwa alasan bagi semua ini adalah pembongkaran rahasia ke seluruh dunia bahwa Darwinisme, dan materialisme pendukungnya, keduanya adalah penipuan. Kalangan Darwinis dan materialis telah dilanda ketakutan di hadapan karya Harun Yahya Atlas Penciptaan, yang menunjukkan bahwa makhluk-makhluk hidup masa kini sama persis dengan nenek moyang mereka yang hidup di masa lalu. Mereka sadar bahwa mereka takkan mampu lagi menyebarluaskan penipuan itu sebagaimana telah mereka lakukan selama 150 tahun terakhir. Dunia kini telah menyaksikan bahwa teori evolusi Darwin adalah kebohongan yang sangat buruk. Filsafat materialis, yang mendorong ketiadaan agama, kini sedang berada keadaan sekarat dan di abad ke-21 umat manusia akan terbebaskan dari penipuan semacam itu, insya Allah, dan kembali pada tujuan hakiki penciptaannya. Takut dan terkejut oleh kenyataan ini, kalangan Darwinis-materialis kini tengah berupaya mengambil tindak pencegahan melawan perkembangan luar biasa ini. Tapi apa yang tamat, adalah tamat dan seluruh dunia kini tahu tentang penipuan Darwinis. Siswa sekolah kini sedang melancarkan serangan mereka sendiri melawan Darwinisme dan menolak mempelajari penipuan ini.
Apa yang diinginkan kalangan Darwinis-materialis adalah membangun masyarakat tanpa agama, tanpa sedikit pun keimanan kepada Allah. Namun kenyataannya, masyarakat tanpa agama akan semakin mendorong kemerosotan akhlak, meningkatkan peperangan, pembantaian dan pemberontakan yang mengiringi ketiadaan agama, dan menimpakan bencana bagi seluruh umat manusia. Apa yang perlu dilakukan adalah mendorong orang, khususnya kaum muda, untuk mengikuti nilai-nilai ajaran agama daripada memalingkan mereka dari agama dan menganjurkan filsafat materialis.
Alasan ketakutan yang dialami kalangan Darwinis Eropa sangatlah jelas: Mereka telah menyadari bahwa Penciptaan adalah kenyataan satu-satunya, yang kini telah diketahui seluruh dunia. Mereka membayangkan bahwa mereka mampu menghentikan perkembangan ini dengan melarang pelajaran agama dan menghilangkan Paham Penciptaan dari kurikulum. Mereka yakin mereka akan menang dalam peperangan yang mereka lancarkan melawan iman kepada Allah. (Sudah pasti Allah tak terkalahkan.) Mereka ingin yakin bahwa Darwinisme akan dianut dan diterima, meskipun mereka sangat tahu bahwa ini tidak akan pernah terjadi. Agama keliru atau kebohongan yang dibuat melawan iman kepada Allah tidak memiliki jalan bertahan hidup. Allah Yang Mahakuasa mengungkapkan hal senada dalam ayat-ayat-Nya:

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). (QS. Al Anbiyaa’, 21:18)
Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (QS. Ar Ra’d, 13:17)
Dengan keruntuhan pasti Darwinisme, pengaruh Darwinis banyak melemah dibandingkan sebelumnya. Berkembangnya nilai-nilai ajaran Islam adalah janji Allah dan akan, dengan izin-Nya, menjadi kenyataan. Isyarat-isyarat ini dapat disaksikan di seluruh dunia. Agama hak-Nya, dengan kehendak-Nya, telah menang. Kaum Darwinis tidak lagi mampu menyesatkan manusia. Permusuhan Eropa terhadap Islam tidak akan mengubah apa pun. Dengan izin Allah, sebagaimana halnya dengan setiap pemikiran menyimpang yang pernah melawan nilai-nilai ajaran Islam, serangan balik yang terkini ini, juga, hanya akan semakin menguatkan agama Islam.

Pendapat Tentang Dajjal

Salaaam alaikum w.b.t… Di sini ada beberapa pendapat berkenaan asal usul Dajjal dan hanya Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Kita hanya mampu berikhtiar untuk mempelajari dan mendalami segala ilmu yang baik di dunia ini. Ada orang mengatakan tidak ada gunanya kita cuba untuk mengetahui perihal Dajjal ini, tetapi mereka tidak sedar betapa nabi telah bersabda yang mafhumnya , “Sejak terciptanya manusia hingga datangnya Hari Kiamat, tak ada fitnah lebih besar daripada fitnahnya Dajjal” (Misykat, hal. 472). HR Muslim . Bermakna ianya adalah suatu perkara terbesar yang sepatutnya diambil berat dan diperhatikan oleh semua pihak. Semoga kita sentiasa berhati-hati dengan fitnah Dajjal kerana ianya mungkin sudah lama bermula dan semakin parah.
Asal-Usul Keluarganya
Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apa jua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya “Minal Munzharin” seperti halnya Nabi Isa as yg di angkat oleh Allah swt ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula ke atas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah AlMunawwarah. Sama juga halnya dgn Nabi Khidhir, para malaikat dan Iblis yg di tangguhkan kematian sehingga kiamat nanti.
Dajjal; ayahnya seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung (kebiasaannya orang Yahudi memang berhidung sebegini). Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya. Menurut Imam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahawa asal keturunan bapanya ialah seorang Dukun Yahudi yg di kenali dgn “syaqq” manakala ibunya adalah dari bangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman a.s dan mempunyai hubungan dengan makhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa kecil tidak diketahui dgn jelas.
Sifat Badannya

Hadis Huzaifah r.a katanya: Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Dajjal ialah orang yang buta sebelah matanya iaitu sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga dan Neraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka (Hadis Sahih Muslim)
Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis Rasulullah S.a.w, diantaranya: Seorang yg kelihatannya masih muda, berbadan besar dan agak kemerah-merahan, rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahan kayu yg rimbun.
Dan tandanya yg paling ketara sekali ada dua;
Pertama: Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut, manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-kelip laksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat.
Kedua: Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap org Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak. Mengikut hadis riwayat At-Thabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tanda yang terakhir ini belum ada pada dirinya.
Dan selanjutnya kita dapat mengetahuinya dari kisah Tamim Ad Dari yang telah bertemu dengan Dajjal itu di sebuah pulau.
Tempat Tinggalnya Sekarang

Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dalam kitab “Shahih Muslim”, bahawa Dajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan ditunggu oleh seekor binatang yg bernama “Al-Jassasah”. Terdapat hadis panjang mengenainya. Daripada Hadis ini jelaslah bagi kita bahawa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Allah swt utk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu ialah di sebelah Timur bukan di Barat.
Ada pendapat mengatakan sekarang Dajjal tinggal di kerajaan iblis dan jin di Segitiga Bermuda dan selalu keluar dengan menaiki kenderaan piring terbang yang dikenali umum sebagai UFO dan sentiasa berurusan dengan pemimpin-pemimpin besar dunia. Akhir-akhir ini, pernah juga kelihatan piring-piring terbang UFO ini muncul di bandar Vatican (pusat Katolik dunia), Rome, Italy.
Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya
Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini, selama empat puluh hari sahaja. Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dgn setahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satu minggu dan hari-hari baki lagi sama seperti hari-hari biasa. Jadi keseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerosakan itu ialah 14 bulan dan 14 hari. Dalam Hadis riwayat Muslim ada disebutkan:
Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia akan tinggal di muka bumi ini? Nabi saw, menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hari yg pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yg masih tinggal lagi (iaitu 37 hari) adalah sama seperti hari kamu yg biasa.
Lalu kami bertanya lagi: Wahai Rasulullah saw! Di hari yg panjang seperti setahun itu, apakah cukup bagi kami hanya sembahyang sehari sahaja (iaitu 5 waktu sahaja). Nabi saw menjawab: Tidak cukup. Kamu mesti mengira hari itu dgn menentukan kadar yg bersesuaian bagi setiap sembahyang..”
Maksud sabda Rasulullah S.a. w, ini ialah supaya kita mengira jam yg berlalu pada hari itu. Bukan mengikut perjalanan matahari seperti biasanya kita lakukan. Misalnya sudah berlalu tujuh jam selepas sembahyang Subuh pada hari itu maka masuklah waktu sembahyang Zohor, maka hendaklah kita sembahyang Zohor, dan apabila ia telah berlalu selepas sembahyang Zohor itu tiga jam setengah misalnya, maka masuklah waktu Asar, maka wajib kita sembahyang Asar. Begitulah seterusnya waktu Sembahyang Maghrib, Isyak dan Subuh seterusnya hingga habis hari yg panjang itu sama panjangnya dgn masa satu tahun dan bilangan sembahyang pun pada sehari itu sebanyak bilangan sembahyang setahun yg kita lakukan. Begitu juga pada hari Kedua dan ketiga.
Fitnah Dajjal
Dajjal telah diberi peluang oleh Allah swt utk menguji umat ini. Oleh kerana itu, Allah memberikan kepadanya beberapa kemampuan yg luar biasa. Di antara kemampuan Dajjal ialah:

1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya. Benda-benda beku akan mematuhinya – Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dgn kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilanda kebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Maka daerah mana yg percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada org yg bersekutu dgn Dajjal. Manakala penduduk yg tidak mahu bersukutu dgn Dajjal, mereka akan tetap berada dlm kebuluran dan kesusahan.
Dan ada diriwayatkan penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan org yg tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran. Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah s.a.w. bertanya:”Jadi apa yg dimakan oleh org Islam yg beriman pada hari itu wahai Rasulullah?” Nabi menjawab: “Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” HR Ibnu Majjah
2. Ada bersamanya seumpamanya Syurga dan Neraka – Di antara ujian Dajjal ialah kelihatan bersama dengannya seumpama syurga dan neraka dan juga sungai air dan sungai api. Dajjal akan menggunakan kedua-duanya ini untuk menguji iman org Islam kerana hakikat yg benar adalah sebalik dari apa yg kelihatan. Apa yg dikatakan Syurga itu sebenarnya Neraka dan apa yg dikatakannya Neraka itu adalah Syurga.
Secara analoginya kita lihat sekarang, syurga dunia seperti maksiat dan hiburan tanpa batasan adalah ibarat syurga. Dan mereka yang terpengaruh dengannya akan berseronok dan puas dengan hiburan-hiburan tersebut seperti hidup di dalam syurga. Juga keluarnya bermacam alat – alat canggih seperti komputer, handphone, mp3 player, video player dan camam2 lagi. Menunjukkan semua ini ibarat syurga dunia, yang sebenarnya adalah jalan ke neraka jika kita terlampau leka dan terpesona dengannya.
Dan kehidupan yang tidak bermewah, tidak berhibur dan berseronok adalah ibarat berada dalam neraka dunia sekarang. Sehinggakan mereka yang sudah biasa berseronok akan merasa boring dan tidak puas hati jika tidak dapat berhibur, berseronok dan menikmati kemewahan duniawi. Sedangkan kehidupan yang seperti neraka dunia itu lah yang boleh membuka jalan ke syurga iaitu kehidupan yang serba sederhana, qana’ah dan zuhud dengan dunia.
3. Kepantasan perjalanan dan Negeri-Negeri yang tidak dapat dimasukinya – Kepantasan yg dimaksudkan ini tidak ada pada kenderaan orang dahulu. Kalau hari ini maka bolehlah kita mengatakan kepantasan itu seperti kepantasan jet-jet tempur yg digunakan oleh tentera udara atau lebih pantas lagi daripada kenderaan tersebut sehinggakan beribu-ribu kilometer dapat ditempuh dalam satu jam”… Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana kepantasan perjalanannya di atas muka bumi ini? Nabi menjawab: “Kepantasan perjalanannya adalah seperti kepantasan “Al Ghaist” (hujan atau awan) yang dipukul oleh angin yang kencang.” HR Muslim

Dan ada lagi kenderaan yang lebih pantas dari jet, yang dapat bergerak sepantas cahaya iaitu piring terbang. Mengikut gambar-gambar yang dapat dirakam oleh NASA dan bukti-bukti dari banyak pihak, memang mereka dapat bergerak selaju cahaya dan menghilang dengan sekelip mata.
Namun demikian, Dajjal tetap tidak dapat memasuki dua Bandar suci umat Islam iaitu Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah.
4. Bantuan Syaitan-Syaitan untuk memperkukuhkan kedudukannya – Syaitan juga akan bertungkus-lumus membantu Dajjal. Bagi syaitan, inilah masa yg terbaik utk menyesatkan lebih ramai lagi anak cucu Adam a.s.
Syaitan-syaitan dari jin dan juga manusia akan berusaha membantunya, kerana mereka ingin mewujudkan satu pemerintahan di muka bumi ini. Iaitu pemerintahan sebuah kerajaan yang akan diperintah oleh Lucifer (IBLIS). Dan gerakan yang mewakili syaitan-syaitan dari kalangan manusia ini dikenali sebagai gerakan Illuminati yang pecahan-pecahannya terdiri dari banyak kumpulan seperti Skull and Bones, Freemasons, Bohemian Grove, The Bilderberg Group, The Trilateral Commission, The Council on Foreign Relations dan beberapa lagi pertubuhan-pertubuhan rahsia.
Dajjal Akan Muncul dari Khurasan, Iran
(tempat asal Dajjal)

Di akhir zaman Dajjal akan muncul dari Khurasan di Iran. Ketika baru keluar/terlepas dari belenggunya tinggi Dajjal hanyalah sepuluh dzira’. Pada mulanya tingkah laku Dajjal layaknya tingkah laku orang-orang saleh, iaitu menyeru kepada kebajikan, hingga kerana itu banyak orang yang terkagum-kagum kepada akhlaknya.
Tapi lama kelamaan Dajjal pun mengaku sebagai Nabi. Maka mendengar pengakuan itu orang-orang yang beriman kepada Allah pun berpaling darinya, sebab kaum yg beriman mengetahui benar bahawa sesudah Nabi Muhammad saw tak akan pernah lagi Allah mengutus seorang nabi baru.
Akhirnya, ketika perjalanan Dajjal sampai ke Khillah, iaitu sebuah jalan yg terletak antara Iraq dan Syam, dia pun menggembar-gemburkan kiri kanan menyatakan bahawa dirinya adalah tuhan yang dapat menghidupkan dan mematikan, ditambah lagi dengan menunjukkan kemampuannya mengadakan kejadian-kejadian yang menyalahi keadaan normal. Sejak itu orang-orang mu’min semakin menjauh darinya dan menolak mengakui Dajjal sebagai tuhan.
“wa man qaala fid dun-ya yaraahu bi ‘ainihi fa dzaalika zindiiqun thaghaa wa tamarrada”. Siapapun yg mengaku di dunia ini telah melihat Tuhan dgn matanya, maka dia telah menjadi zindiq, keluar batas, dan jatuh ke dalam kesesatan.
(Mundzir Nadzir: Fafirruu ila Allah: hal.29 s/d hal 30). Maktabah Muhammad bin Ahmad bin Nabhaan wa Aulaaduhu. Surabaya, Indonesia. 1956 M / 1375 H.
Tempat bermulanya fitnah Dajjal
Agaknya menarik perhatian sekali bahawa menurut Hadits Tamim Dari, Dajjal tinggal di sebuah pulau yang letaknya di sebelah Barat Syria, sedang tempat munculnya dikatakan oleh Hadits lain, berada di Timur. Lengkapnya, Hadits itu maksudnya:
“Tidak! Ia (Dajjal) akan muncul disebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sabelah Timur” (Kanzul-’Ummal jilid VII, halaman 2988).
Dan ada satu hadith lain yang bermaksud;

“Nabi Muhammad SAW menunjuk hampir dua puluh kali ke arah Timur” (Kanzul-’Ummal, jilid VIl, halaman 2991 ).
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengatakan: “Tidak ! Ia akan muncul di Timur” diikuti dengan kalimat: “Beliau menunjuk dengan tangannya ke arah Timur”. Jadi jika di suatu Hadits dikatakan bahawa tempat tinggal Dajjal ialah sebuah pulau di Barat, tetapi di lain Hadits diterangkan bahawa tempat munculnya Dajjal, atau lebih tepat lagi, tempat munculnya fitnah Dajjal ialah di Timur.
Ini menunjukkan bahawa merajalelanya Dajjal akan membahayakan bangsa-bangsa di Timur. Adapun kenyataan yang tak dapat dibantah lagi, bahawa fitnahnya Dajjal tak akan menimpa bangsanya sendiri, bahkan mereka akan memperolehi keuntungan dari hasil porak-peranda di Timur. Jadi yang dimaksud munculnya Dajjal di Timur ialah merajalelanya fitnah Dajjal di negara-negara Timur dengan jalan memperbudakkan penduduknya, baik secara jasmani mahupun rohani, lahiriyah mahupun batiniyah.
Menurut apa yang diterangkan dalam Hadits, terang sekali bahawa pada zaman Nabi, Dajjal itu sudah ada, akan tetapi pada waktu itu tangan dan kakinya dirantai. Inilah gambaran yang sebenarnya bagi bangsa-bangsa Eropa pada waktu itu. Mereka mengurung diri dalam tanah air mereka sendiri, lalu pada suatu ketika, mereka mengalir ke seluruh dunia untuk menakluki dan menjajah negara-negara lain, sehingga mereka benar-benar menguasai, atau setidak-tidaknya memaksakan pengaruhnya terhadap negara-negara itu, sehingga gerak-geri negara-negara itu dipimpin dan diawasi oleh bangsa-bangsa Eropa.
Itulah sebabnya mengapa di dalam Hadits diterangkan bahawa Dajjal mengaku Tuhan, kerana segala sesuatu di dunia dikerjakan menurut perintah Dajjal, seakan-akan dialah yang menguasai dan menentukan nasib bangsa-bangsa lain. Inilah apa pula yang dimaksud oleh Hadits lain yang menerangkan bahawa Dajjal ialah yang menentukan hidup-matinya orang-orang. Dengan perkataan lain, Dajjal akan meninggikan dan merendahkan darjat bangsa-bangsa lain menurut apa yang dianggap sesuai dengan tujuannya.
Dalam Sahih Muslim ada sebuah Hadits yang bermaksud: “Sejak terciptanya manusia hingga datangnya Hari Kiamat, tak ada fitnah lebih besar daripada fitnahnya Dajjal” (Misykat, hal. 472).
Kata-kata seperti itu, terdapat pula dalam kitab Hadits yang lain. Misalnya, dalam sebuah Hadits, Nabi SAW diriwayatkan bersabda sbb : “Wahai manusia ! Semenjak Allah menciptakan bani Adam, tak ada fitnah di muka bumi yang lebih besar dari pada fitnahnya Dajjal” (Kanzul-’Ummal, jilid VII, halaman 2028).
Hadits-hadits tersebut membuktikan bahawa fitnahnya Dajjal itu tiada lain ialah merejalelanya Imperialis Eropah (Amerika Syarikat dan sekutu-sekutunya) sekarang ini dan menangnya agama Nasrani. Kenyataan menunjukkan bahawa sejarah ummat manusia tak dapat mempertunjukkan fitnah lain yang besarnya seperti itu.
Memang dalam sejarah pernah terjadi suatu bangsa menundukkan bangsa lain dan menguasai aspek kehidupan mereka, tetapi contoh tentang penjajahan yang menyeluruh seperti yang kita saksikan sekarang ini berupa merajalelanya imperialis dan kebudayaan Eropah di seluruh dunia, belum pernah terjadi. Daratan dan lautan semuanya dikuasai oleh imperialis Eropah.

Demikian pula kita tak dapat menemukan persamaannya tentang cara-cara kaum imperialis Barat memperhambakan bangsa-bangsa lain di dunia. Yang lebih istimewa lagi ialah bahawa mereka memiliki segala macam senjata yang dengan senjata itu, orang ramai dapat tersesat dari jalan benar dan jalan kesucian. Di sebelah sini, mereka menyesatkan orang ramai melalui sistem pendidikan, dan di sebelah sana, mereka mencapai tujuan mereka melalui penyiaran agama; kadang-kadang untuk mencapai tujuan mereka, mereka melumpuhkan jiwa manusia dengan memberikan kepada mereka kemewahan dan kesenangan jasmani; dan kadang-kadang diberikan kepada mereka hiburan-hiburan yang dapat melupakan rohani mereka sama sekali.
Sering pula ilmu pengetahuan mereka digunakan untuk menghancurkan rohani ummat manusia. Pendek kata, di seluruh sejarah manusia, fitnahnya Dajjal tak ada taranya, dan sabda Nabi SAW bahawa tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, ini terpenuhi berupa merajalelanya kaum imperialis Eropah, yang bukan saja membahayakan aspek kehidupan jasmani, melainkan pula membahayakan aspek kehidupan moral dan rohani.
Berikut adalah khutbah Rasulullah S.a.w berkenaan Dajjal
Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.
“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Iraq. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.
“Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.
Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.
“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.” Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.” di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.” Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”
Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.

“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.
“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.
Pendapat-pendapat lain tentang Dajjal
Ada juga pendapat mengatakan Bhagawan Sri Sathya Sai Baba dari wilayah Timur Khurasan, iaitu di India selatan, desa Nilayam Puttapharti ialah Dajjal. Sri Sathya Sai Baba itu mengaku adalah jelmaan semula dari Sai Baba of Shirdi yang terkenal pada awal abad ke 20 dulu yang mempunyai banyak kuasa sakti yang juga merupakan orang yang bertanggung-jawab menyatupadukan Muslim-Hindu.
Sai Baba of Shirdi dulu pernah mengatakan bahawa dia akan hidup semula selepas kematiannya selama 8 tahun. Dan tepat sekali waktu di mana Sai Baba dari Puttapharti ini dilahirkan dan sekarang ini menyebarkan ajarannya di sana. Sememangnya jin pun akan dapat meresap ke dalam tubuh manusia dan itu tidak mustahil berlaku kepada Sai Baba- Sai Baba tadi.
Pada tahun 1963, Sai Baba dari Puttapharti tadi telah membuat pengakuan bahawa dia adalah jelmaan Shiva dan Shakti, manakala Sai Baba Shirdi dulu adalah jelmaan dewa Shiva, dan akan datang akan muncul pula Prema Sai Baba iaitu jelmaan dari Shiva pula. Perkataan jelmaan ini adalah berhubung kait juga dengan perkataan menurun atau dirasuk oleh jin.

Tetapi apa yang saya lihat, Sai Baba ini hanyalah manusia seperti Ayah Pin, yang cuba menjadikan semua agama adalah satu. Bermakna suatu campur aduk yang tiada relevan dan logik akalnya. Fahaman-fahaman yang berbeza sama sekali dirojakkan dan umpama mewujudkan suatu agama baru iaitu Agama Cinta. Pemahaman sebegini mungkin berasal dari terlalu banyak bermeditasi dan berfikiran yang bukan-bukan sehingga mewujudkan suatu pola pemikiran yang berdasarkan kepada khayalan semata-mata. Antara ajarannya iaitu dia adalah Tuhan dan semua orang adalah Tuhan. Kita semua adalah Tuhan yang mana semua adalah satu di dalam banyak tubuh. Dan macam-macam ajaran pelik lagi yang di luar dari logika akal manusia.
Mungkin Sai baba ini adalah salah seorang dari Dajjal kecil yang lahir kerana banyak juga menepati ciri-ciri dari hadith. Dan ajaran-ajarannya bercanggah sekali dengan aqidah Islam sehinggakan boleh menyebabkan manusia lupa bahawa manusia ini hanyalah hamba ALLAH.
Daripada Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda; “Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat darIpada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah swt. Berfirman kepada mereka, “Apakah kamu tertipu dengan kelembutan Ku?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepada Ku?. Demi kebesaran Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim ( cendikiawan ) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu)”.
Tetapi Dajjal yang sebenar-benarnya yang dimaksudkan oleh Rasulullah S.a.w berdasarkan wahyu hanya Allah Yang Mengetahuinya. Yang penting kita mesti tahu bagaimana untuk menghadapi Dajjal dan mengamalkan apa yang nabi ajar seperti menghafal / membaca 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir surah al Kahfi dan membaca doa perlindungan fitnah Dajjal selepas tahiyyat akhir dalam solat sebelum salam untuk mengelakkan dari fitnah Dajjal. Wallahua’lam

Yesus(Nabi Isa.a.s) Bukanlah Tuhan Bagian ke 2

……. Sambungan dari    Jesus (Nabi Isa a.s) bukan Tuhan
Assalaamu’alaikum w.b.t…….
-  Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus (Matius 1 : 1 ).

Kenapa tidak ada Allah dalam Silsilah keturunan Yesus itu??
kenapa semuanya manusia??
Maka JELAS bagi mereka yang punya akal, bahawa yesus adalah keturunan MANUSIA
-   “Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.” (Matius 2:6)
Ini maknanya Yesus diNUBUWWAH kan oleh Tuhan menjadi Nabi kepada umat israel
Setiap yang diNUBUWWAHKAN adalah pasti BUKAN TUHAN
NuBUWWAH itu maknanya menjadikan dia NABI, perkataan Arab tu

Maka seorang yang dijadikan NABI, SUDAH PASTI bukan TUHAN.  Tidak  berasas sama sekali seorang NABI menjadi TUHAN!!
Kalau Yesus itu betul2 Tuhan, dia tidak perlu diNUBUWWAH kan, mesti dia dari kecil lagi dipanggil tuhan dan menjadi Tuhan
-  “Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13)
Kalau betul Yesus itu Tuhan, sudah TENTU Yesus yang akan MEMBABTIS Yohanes. Ini sudah terbalik.
Dan MENGAPA pula Tuhan perlu dibaptis??? Tuhan juga ada dosa ke?? Bukankah upacara memBABTIS itu adalah untuk MENYUCIKAn diri??  bermakna sebelum dibaptis , Tuhan masih belum SUCi??

-   “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.”(Matius 4:1)
Jika Yesus itu Tuhan, sudah tentu Tuhan yang akan mencuba IBLIS!!! Ini pun sudah terbalik, ajaran TERBALIK apa  ni??  Harap sedar2 lah
-  “Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya.” (Matius 4:8)
Iblis membawa Tuhan pula yerr??? Hhhmmmm

-  “Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Nyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10)
Yesus tidak mengatakan SEMBAH LAH AKU!!!!!  Yesus mengajar AJARAN TAUHID, yang layak disembah hanya ALLAH
-   “Bukan setiap orang yang berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Syurga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Syurga.” (Matius 7:21)
Yesus mengatakan bahawa “Yang masuk syurga adalah orang yang melakukan menurut kehendak Bapanya.” (Allah), bukan hanya berseru kepadanya : Tuhan, Tuhan!.
Setiap yang menyuruh melakukan kehendak Tuhannya, pasti bukan Tuhan. Yesus menyuruhnya melakukan menurut kehendak Tuhannya, bererti Yesus bukan Tuhan.

-   “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang yang benar, ia akan menerima upah orang benar.” (Matius 10:41)
Yesus mengaku bahawa dia adalah NABI, seorang NABI sudah PASTI bukan TUHAN!!
“(Isa) berkata, “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” Surah Maryam : Ayat 30
-     “Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka : “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.” (Matius 17:9)
Yesus berpesan jangan menceritakan kepada seorang pun tentang apa yang mereka lihat, sebelum dia dibangkitkan dari antara orang mati. Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan itu mati dan dibangkitkan kembali.

Orang yang MATI sudah pasti BUKAN TUHAN
lagi pun diceritakan bahawa dia mengatakan dia “DIBANGKITKAN”, bukannya MEMBANGKITKAN dirinya sendiri
Yesus tidak mampu untuk membangkitkan dirinya sendiri, apa lagi untuk naik ke langit. Semua itu adalah dengan kuasa ALLAH mengangkatnya ke langit
Maka jelas Yesus bukan TUHAN
-     Maka kata Yesus kepada mereka itu, “Sesungguhnya cawan minuman-Ku itu kelak kamu akan minum juga, tetapi akan hal duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku itu, bukannya hak bagi-Ku memberinya, hanyalah diberi kepada orang-orang, yang dipersediakan baginya oleh Bapa-Ku.” (Matius 20:23 )
Konteks ayat tersebut iaitu apabila kedua muridnya iaitu Yakobos dan Yohanes meminta kepada Yesus agar mereka berdua dapat duduk di sebelah kanan atau di sebelah kirinya Yesus nanti. Tetapi Yesus mengaku dengan jujur dan terang, bahawa dia tidak punya hak untuk mengabulkan permintaan mereka berdua, kerana kata Yesus hal itu hanyalah hak Bapanya (Allah), bukan hak dia. Pengakuan tersebut jelas-jelas menunjukkan bahawa Yesus bukan Tuhan.
-     “Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.” (Matius 21:18-19)

Yesus seorang manusia yang terasa LAPAR.  LAPAR adalah sifat LEMAH, TUHAN sekali-kali tidak merasa lapar
Dan apa hal pula ayat tu mengatakan Yesus mengutuk POKOK ARA tu? Hanya kerana pokok ara itu TIDAK BERBUAH. Sampai dia mengatakan agar POKOK tu jangan berbuah sampai selama-lamanya
Sanggup penulis ALKITAB itu merendah-rendahkan Yesus sebegitu rupa. Sedarlah bahawa banyak UBAH SUAI dan TOKOK TAMBAH dalam AlKitab itu
Masakan Yesus seorang rasul yang PENYABAR dan MULIA akan mengutuk pokok sebegitu rupa!!
-    Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang jua pun, meskipun malaikat yang di syurga atau Anak itu, melainkan hanya Bapa sahaja. (Matius 24:36)
Yesus sendiri TIDAK TAHU tentang hari Kiamat, bagaimana mungkin dia itu adalah TUHAN!!

Ketahuilah, hanya TUHAN yang mengetahui BILA berlakunya hari Kiamat, hanya ALLAH sahaja yang tahu!!
-    “Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Matius 26:37-38)
Apa kes pulak Tuhan merasa sedih dan GENTAR ini??
Tuhan takut kepada siapa??
Tuhan pun ada rasa takut ke??
Ketahuilah bahawa Tuhan tidak takut kepada sesuatu apa pun kerana Dia Maha Berkuasa.  Maka ternyata Yesus bukan TUHAN kerana dia juga merasa GENTAR!!

-   “Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdo’a, kata-Nya : “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini llau daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39)
Yesus sendiri SUJUD kepada Tuhan, apa kes pulak Tuhan sujud kepada Tuhan?? Tuhan yang mana ni??
Dan saksikanlah, YESUS sendiri SUJUD kepada Tuhan, adakah kamu kristian SUJUD kepada ALLAH??
Adakah dalam sembahyang kamu ada SUJUD kepada ALLAH?? Jika tiada, maka namanya kamu masih BESAR DIRI kerana tidak mahu SUJUD kepada ALLAH
Umat ISlam yang SUJUD kepada ALLAH dengan sebenar2nya, maka umat Islam lebih mengikuti Yesus
-    “Yesus mendekati mereka dan berkata : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di syurga dan di bumi.” (Markus 28:18)

Yesus diberikan kuasa / MUKJIZAT oleh Allah S.w.t, bukan Yesus sendiri yang MEMILIKI kuasa itu
-    Maka kata Yahya kepada-Nya, “Ya Guru, kami sudah melihat seorang, yang tiada mengikut kita, membuangkan syaitan dengan nama Guru; lalu kami larangkan dia, sebab tiada ia mengikut kita.” (Markus 9:38)
Lihatlah, Nabi yahya sendiri memanggil Yesus dengan sebutan ‘GURU’, bukannya TUHAN!!
Nabi Yahya juga adalah seorang nabi Allah, dan dia lebih mengetahui dari orang lain di zaman itu tentang Allah, Dan dia sendiri memanggil Yesus dengan panggilan GURU, bukannya TUHAN
Jika Yesus itu Tuhan , sudah tentu Nabi Yahya memanggilnya Tuhan / RObb
-    “Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus ku perbuat untuk memperolehi hidup yang kekal?” Jawab Yesus : “Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.(Markus 10:17-18)

Yesus dipanggil ‘guru’ oleh orang tersebut, bererti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahawa “tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahawa “tak seorang pun yang baik selain daripada Aku.”
Yesus sendiri TAKUT dikatakan padanya baik, kerana sifat RENDAH DIRI yang ada padanya, maka itu BUKTInya dia bukan TUHAN
-    Setelah Tuhan (Yesus) bersabda demikian kepada mereka itu, maka terangkatlah Ia naik ke syurga lalu duduk di sebelah kanan Allah. (Markus 19:19)
Ada pendapat kamu kristian mengatakan Yesus itu adalah Allah itu sendiri. Tetapi dalam ayat ini pula menyebut Yesus duduk di sebelah kanan ALLAH. Ada dua peribadi pula di situ.
Adakah kamu mengatakan ada dua  Tuhan??

Jika TIDAK, mengapa kamu katakan Yesus itu adalah Tuhan sedangkan ayat itu menunjukkan dia berada di sebelah KANAN Allah?
-   Dan ketika genap lapan hari dan ia harus disunatkan, ia diberi nama Yesus, iaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)
Ajaran mana pula yang ajar bahawa Tuhan dulu nya pernah disunat / khitan ni?  Apa  perlu Tuhan dikhitan?  Sesungguhnya ajaran ini betul-betul telah merendahkan martabat TUHAN!!
Ketahuilah perintah berkhitan itu disuruh kepada HAMBA-HAMBA ALLAH. Hamba Allah yang taat akan berkhitan. Maka itu TERBUKTI bahawa Yesus hanya seorang hamba ALLAH, kerana para malaikat menkhitankannya!!

-   Maka tercenganglah ibu bapa-Nya melihat Dia; lalu kata ibu-Nya kepada-Nya, “Hai anakku, apakah sebabnya Engkau berbuat demikian kepada kami? Tengoklah, bapa-Mu dengan aku mencari Engkau dengan bersusah payah.” (Lukas 2:48)
Ibunya memanggil Yesus anakku!! Kenapa ibunya tidak memanggilnya Tuhan??  Setiap yang mempunyai orang tua pasti BUKAN TUHAN!
-   Lalu Ia pulang bersama-sama dengan mereka ke Nazaret; dan ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara di dalam hatinya.  dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. (Lukas 2:51-52)

Yesus diasuh 0leh ibunya Maria.  Mengapa Tuhan perlu diasuh oleh manusia sedangkan Tuhan itu Maha Berkuasa??  Setiap yang mempunyai PENGASUH sudah PASTI bukan Tuhan.
-   Ketika yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli. (Lukas 3:23)
Kenapa Tuhan baru memulakan pekerjaannya sewaktu berusia 30 TAHUN??   Kenapa tidak dimulakannya dari kecil jika betul Yesus adalah Tuhan??
Ketahuilah bahawa Yesus itu seorang RASUL!!   Seperti rasul-rasul lain, mesti menunggu saat matang terlebih dahulu sebelum memulakan DAKWAH TAUHID.

Dan yang peliknya , mengapa penulis ALKiTAB itu menulis “menurut anggapan orang”?? Jika benar dia mendapat ilham menulis itu dari Tuhan, mengapa dia perlu menulis  ”menurut anggapan orang”??  Di situ pun sudah terlihat bahawa penulis AlKitab itu pun TIDAK YAKIN dengan dirinya sendiri.   Yang BATHIL pasti terserlah!
-   Murid-murid datang kepada Yesus dan membangunkan Dia. “Guru, Guru, kita hampir tenggelam!” seru mereka. Yesus bangun, lalu berkata kepada badai itu, “Teduhlah!” Angin dan gelombang pun reda dan keadaan menjadi tenang kembali. (Lukas 8:24)
Murid-muridnya pun memanggilnya GURU, bukannya TUHAN!!

-  Maka kelihatanlah kepada-Nya seorang malaikat dari langit menguatkan Dia. Maka di dalam ketakutan yang amat sangat, makin bersungguh-sungguh hati Ia berdoa, sehingga peluh-Nya menjadi seperti darah menitik ke bumi. (Lukas 22:43-44)
Yesus pernah berada dalam KETAKUTAN yang amat sangat kerana melihat malaikat yang turun dari langit.  Sama keadaannya ketika Muhammad S.a.w melihat Jibril pada waktu awalnya. Maka apa kes dikatakan Yesus itu adalah Tuhan?  Tuhan sudah tentu tidak ada perasaan TAKUT seperti manusia.
Yesus takut kepada malaikat, maka PASTI Yesus bukan TUHAN!!   Yesus dikuatkan oleh malaikat, maka pasti Tuhan bukan dikuatkan oleh malaikat!!
- Dan macam-macam lagi …….

Hanya kerana beberapa ayat dalam Surat Yohanes maka Kristian sudah menganggap Yesus itu Tuhan
- “Pada mulanya adalah firman;   Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”. (Yohanes 1:1).
Antara contoh ayat yang menyebabkan Kristian mengatakan Yesus itu adalah Allah itu sendiri adalah ayat di atas, yang kononnya firman itu adalah Yesus.
Pada mulanya adalah Yesus, Yesus itu bersama sama dengan Yesus dan Yesus itu adalah Yesus.   Ayat apa sebegitu rupa?  Yang mempunyai maksud yang sangat MENGELIRUKAN dan MENYESATKAN.

Jika firman itu bersama-sama Allah, maka firman itu bukannya ALLAH.   Seperti dikatakan Daud bersama-sama Musa, nah Daud itu sudah tentu bukannya Musa.
Dan hanya kerana beberapa AYAT sahaja dalam Surah Yohanes itu kamu telah meletakkan Yesus sebagai Tuhan, maka bagaimana dengan ayat-ayat lain dalam INJIL 4, iaitu Matius, Markus dan Lukas yang TERANG-TERANG mengatakan Yesus itu hanya HAMBA ALLAH yang membawa ajaran TAUHID??


-   Dan kemudian Kristian tambah lagi dengan ayat,  “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, iaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih kurnia dan kebenaran. “ (Yohanes 1:14)

Di dalam ayat itu pula dikatakan Yesus sebagai ANAK TUNGGAL.  Sekejap mengatakan Tuhan, sekejap mengatakan ANAK TUNGGAL.
Maksud ayat tersebut iaitu Yesus iaitu Firman itu telah menjadi manusia sebagai Anak Tunggal Bapa. Ayat ini merupakan inkarnasi  Tuhan yang menjelma menjadi manusia Yesus. Tentu menjadi pertanyaan, jika Tuhan atau Allah telah menjelma menjadi Yesus, apakah masih ada Allah atau Tuhan yang lain? Mesti jawabnya sudah tidak ada Tuhan lain. Namun dalam pandangan Kristian, tetap saja masih ada Allah lain, iaitu Bapa Yesus dan juga Roh Kudus, yang ketiganya adalah satu. Itulah dia fahaman TRINITI / TRINITY


-   Kerana begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengurniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).
Ayat ini termasuk salah satu ayat yang paling menentukan keselamatan dunia dan akhirat. Intinya asal percaya kepada Yesus yang mati di kayu salib dalam rangka menebus dosa manusia, maka dijamin masuk syurga. Itu merupakan bentuk kasih Allah akan dunia ini, maka dikurniakan-Nya kepada Anak-Nya yang tunggal, untuk menyelamatkan manusia dari dosa.

Jika ayat ini sangat penting, mengapa hanya Yohanes yang menulisnya, dan itu pun ditulis di bahagian paling belakang. Sementara tiga Injil yang lebih dahulu ditulis seperti Matius, Markus dan Lukas, tidak menulis ayat ini. Secara logiknya, mestinya ketiga injil  itulah (Matius, Markus, dan Lukas) harus memuat sabda Yesus tersebut, sebab mereka lah yang terlebih dahulu menulis Injil daripada Yohanes.
Maka JELAS  sekali bahawa ayat ini lemah dari segi konteksnya, kerana ianya hanya ada dalam Surat Yohanes,  sedangkan tidak ada dalam ketiga-tiga injil yang lebih awal!!  Bukti 1 melawan 3 , sudah tentu 3 surat lagi lebih kuat dari 1. Kerana ketiga2 SURAT tadi menceritakan perihal Yesus sebagai HAMBA ALLAH
Dan ini juga BUKTI nyata bahawa berlaku PENAMBAHAN yang KETARA di  dalam Surat Yohanes ini. Mungkin isi asalnya lain, tetapi telah dicampur adukkan akibat pengaruh kerajaan ROME dan Yahudi.
.
Dan jika kerana Yesus dapat menghidupkan orang mati maka Kristian sudah menganggap Yesus itu Tuhan
Maka ketahuilah , Yesus menghidupkan orang mati setelah dia mengadap ke langit dan berdoa meminta kepada Allah S.w.t.  Itu adalah antara mukjizat beliau.  Dan bukan dia seorang dikurniakan mukjizat dapat menghidup kan orang yang telah mati, tetapi ada lagi nabi-nabi lain seperti Nabi Ilyas / Elia.  Ini disebut di dalam kitab Perjanjian Lama

1 Raja-raja 17:17. Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.

17:18 Kata perempuan itu kepada Elia: “Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?”

17:19 Kata Elia kepadanya: “Berikanlah anakmu itu kepadaku.” Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.

17:20 Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?”


17:21 Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya.”

17:22 TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
.
Nabi Ilyasa’ /  Elisa pun pernah menghidupkan orang yang telah mati
2 Raja-raja 4:32 Dan ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan terbaring di atas tempat tidurnya.


4:33 Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.

4:34 Lalu ia membaringkan dirinya di atas anak itu dengan mulutnya di atas mulut anak itu, dan matanya di atas mata anak itu, serta telapak tangannya di atas telapak tangan anak itu; dan karena ia meniarap di atas anak itu, maka menjadi panaslah badan anak itu.

4:35 Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali ke sana dan sekali ke sini, kemudian meniarap pulalah ia di atas anak itu. Maka bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka matanya.
.
Dan ketika Nabi Ilyasa’ / Elisa telah wafat pun, apabila satu mayat dicampakkan ke dalam kuburnya, dan bersentuh dengan tulang-temulang Nabi Ilyasa’, maka mayat tadi dapat hidup kembali
2 Raja-raja 13:21 Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.

.
.


Firman2 Allah S.w.t tentang kemungkaran yang dilakukan oleh umat Kristian ini
“Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” Surah Al An’aam : Ayat 101
“Dan mereka berkata: “Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.  Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,  hampir-hampir langit pecah kerana ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,  kerana mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.  Dan tidak layak lagi Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.   Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.” Surah Maryam : Ayat 88-93

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya syurga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” Surah Al Ma’idah : Ayat 72
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahawasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” Surah Al Ma’idah : Ayat 73
“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”.” Surah Al Ma’idah : Ayat 77



Kesimpulannya
Sudah ternyata amat BANYAK dalil / bukti bahawa Yesus itu bukannya Tuhan.  Tetapi kristian hanya berpegang kepada beberapa potong ayat dalam Surat Yohanes sahaja sedangkan Injil2 lain dalam Injil Empat itu semuanya MENAFIKAN KeTuhanan Yesus!!
Jangan tunggu menjadi JAHAT seperti membunuh , merompak, merogol dan sebagainya kerana semua itu adalah antara DOSA2 yang tidak disukai oleh HATI manusia sendiri.  Tetapi ada perkara DOSA yang mana TIDAK DISUKAI oleh Tuhan tetapi HATI manusia tidak ada apa2 masalah dan tidak memandangnya sebagai JAHAT, iaitu SYIRIK atau MENYEKUTUKANNYA dengan sesuatu yang lain.
Soalnya sekarang,  TAAT atau tidak kita sebagai HAMBA ALLAH kepada TUHAN semesta ALAM??
“Tiap-tiap orang yang telah mendengar kenabianku baik Nashrani atau Yahudi kemudian bila ia mati tidak masuk Islam, nescaya ia ahli neraka,” (HR. Muslim)

“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni’mat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil” Surah Az Zukhruf : Ayat 59
BIBLE sendiri menyebut Yesus itu adalah HAMBA ALLAH
“Lihatlah, itu hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepadanya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atasnya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. [Matius 12:18]
Masakan HAMBA menjadi TUHAN??
Masakan TUHAN beribadat kepada TUHAN??  Untuk apa TUHAN menyembah TUHAN sendiri??
Yesus beribadat dan MENYEMBAH TUHAN, ini yang sebetulnya  :)

Yesus(Nabi Isa.a.s) Bukanlah Tuhan

sSalaaamu alaikum w.b.t…. Di sini saya ingin memberikan bukti-bukti yang NYATA dan JELAS betapa Jesus atau Nabi Isa a.s bukan lah Tuhan. Jesus is not a God, but only a prophet. Jesus hanyalah seorang Rasulullah dan diutuskan kepada kaum Bani Israel sahaja, bukan untuk seluruh alam. Hanya Nabi Muhammad S.a.w diutuskan kepada seluruh alam ini.
Daripada dalil2 dari kitab sendiri pun dengan JELASnya menerangkan bahawa Allah S.w.t dari dulu lagi mengaku bahawa Dia itu Tuhan.
Perjanjian Lama (Taurat) – “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. Taurat : Yesaya 44:6
Perjanjian Baru (Injil) – “…bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.” Injil : Markus 12:31
Perjanjian Terakhir (AlQuran) – “Katakanlah:”Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Surah Al Ikhlas : Ayat 1
Perjanjian Lama (Taurat) –  Yesaya 44:6   “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.

Perjanjian Baru (Injil) - Markus 12:31  “…bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.”
Perjanjian Terakhir (AlQuran) – “Katakanlah:”Dialah Allah, Yang Maha Esa”.   Surah Al Ikhlas : Ayat 1
.
Tetapi Yesus TIDAK PERNAH mengaku bahawa dia itu Tuhan dengan NYATA.
.
- Yesus diuji oleh IBLIS – Mana mungkin Tuhan diuji oleh IBLIS!  Tuhan lah yang sepatutnya MENGUJI Iblis.

Matius 4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
Adalah TIDAK RASIONAL sama sekali Iblis menguji Tuhan. Itu sudah dikira merendah2kan martabat Tuhan. Tuhan yang menguji makhluk2Nya, bukan makhluk yang menguji Tuhan!
- Yesus BERDOA memohon rahmat dari ALLAH S.w.t. Mana mungkin Yesus itu adalah ALLAh.
“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman ia berdoa kepada Allah.” Lukas 6:12
Orang-orang Kristian menganggap Jesus itu Tuhan melalui ayat ini
“Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, mahupun atas orang-orang hidup.” Roma 14:9
Tetapi adalah perlu diingat, ayat itu bukannya ayat dari Jesus sendiri, ianya bukan Firman ALLAH, tetapi ianya adalah kata-kata yang dibuat oleh Paulus bagi jemaahnya di Rome. Jelas di situ kandungan BIBLE bukan semuanya FIRMAN ALLAH tetapi telah ditambah dengan kata-kata dari Paul juga.
- Yesus besyukur kepada Tuhan, mana mungkin Tuhan mengucap terima kasih kepada diriNya sendiri.

“Yesus bersyukur kepada Tuhan.” (Matius ll:25, Lukas 10:21)
- Yesus beribadat kepada ALLAH, mana mungkin Tuhan menyembah dirinya sendiri?? Nampak jelas di situ wahai Alexious kawanku. Betapa Jesus sendiri beribadat kepada ALLAh, menyembah ALLAh yang satu. Tidak logik sama sekali Tuhan menyembah kepada dirinya sendiri.
- Yesus dilahirkan oleh manusia, mana mungkin dia adalah anak Tuhan. Kalau dia turun dari langit tu lain lah sedikit kalau awak nak kata anak Tuhan pun. Ini dia lahir dari perut Maryam, seorang manusia, HAMBA ALLAH.
- Yesus terasa lapar dan perlu makan, mana mungkin Tuhan berasa lapar. Jangan anda merendah2kan Tuhan, kerana Tuhan tidak lapar dan dahaga. Tuhan tidak mengantuk dan tidur sebagaimana manusia. tetapi Jesus juga tidur, bermakna dia adalah manusia, seorang Rasulullah.

“Karena pada masa Aku lapar, kamu memberi Aku makan; Aku dahaga, kamu memberi Aku minum; Aku seorang keluaran, kamu menyambut Aku;” Matius 25 : 35
- Jesus juga merasa sakit, mana mungkin Tuhan merasa sakit. Allah S.w.t Maha Perkasa dan Maha Kuasa, tidak sekali-kali Dia bersifat dengan sifat makhluk.
“Aku bertelanjang, kamu memakaikan Aku dengan pakaian; Aku sakit, kamu melawati Aku; Aku di dalam penjara, kamu datang berjumpa Aku.” Matius 25 : 36
- Yesus bertubuh manusia, mana mungkin Tuhan bertubuh seperti manusia.
- Yesus pernah mengeluh, ditinggalkan Tuhan. Mana mungkin Tuhan meninggalkan diriNya sendiri.
“Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal.” Yeremia 15:6

- Yesus tidak pernah MENGAKU dia adalah Tuhan. Tidak ada bukti sama sekali Jesus mengaku dia itu Tuhan, tiada dalam Bible sekalipun. Mana mungkin Tuhan tidak mengaku dia Tuhan, tetapi pengikut2 nya yang pandai2 meletakkan Jesus sebagai Tuhan.
Jesus hanya menyuruh menyembah ALLAH, Tuhan yang satu, sepertimana dialognya dengan IBLIS ini
“Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memper­lihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada­Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. ” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:8-10)
“Yesus lebih kecil daripada Tuhan.” Yohanes 10:29
“Tuhan lebih besar dari pada Yesus.” Yohanes 14:28
“Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan.” Markus 16:19, Roma 8:4
“Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan.” Kisah Para Rasul 7:56

- Dialog-dialognya dalam Bible sepertimana dialog2 Nabi Musa a.s dalam Taurat dengan ALlah. Maka Yesus hanya adalah nabi Allah, itu sudah terbukti, sama seperti Nabi Musa a.s dan nabi2 lain. Tetapi mengapa anda puja seorang manusia sama seperti anda puja Tuhan? Itu sudah sesat yang nyata. Sama seperti agama2 yang menyembah berhala dan memuja jin (yang sudah dibuat patung), konon2nya itu Tuhan mereka.
- Yesus juga mengajar kita menyebut INSYAALLAh, iaitu Jika ALLAh Mengkehendaki. Bukti2nya
“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan beruat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu meme­gahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yak 4:13-17)
“Ia minta diri dan berkata: “Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya.” Lalu bertolaklah ia dari Efesus.” (Kis 18:21)
“Tetapi aku akan segera datang kepada­mu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.(1 Kor 4:19).
Maka jika Jesus pun berkata begitu, maknanya dia pun tidak tahu apa akan terjadi pada masa depan. Mana mungkin Tuhan tidak mengetahui tentang masa depan. Sedangkan Allah Maha Mengetahui, segala ilmu , pengetahuan, masa dulu dan masa depan semua dalam ILMUNYA.

- Yesus tidak tahu tentang akhirat, tetapi hanya ALLAH Yang Mengetahui tentang akhirat.
“Allah tahu bila datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu.” Matius 24:36
- Yesus terpaksa diangkat ke langit oleh para malaikat untuk mengelakkan dari kena salib. Mana mungkin Tuhan tidak dapat melawan manusia. Sedangkan kuasa Allah hanya berkata KUN, maka akan berlakulah. Dia sebut KUN sahaja boleh hancur seluruh manusia. mana mungkin Jesus itu Tuhan hingga dia terpaksa diangkat ke langit?
- Yesus pun tidak pernah menyebut tentang Kristian. Kristian ini diada-adakan oleh pengikut-pengikutnya lama selepas ketiadaan Jesus.
“Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.” (Kis 11:23-26)

- Dalam Bible pun ada menyebut bahawa Tiada Tuhan selain ALLAH, buktinya adalah dalam ayat dari BIBLE di bawah;
“Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahawa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.” Ulangan 4:35-39
- Dalam Bible juga menyebut tentang TAUHID (mengesakan ALLAH).
Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39)
Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8)
Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23)
Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9)
Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3)

- Yesus tidak pernah mengajar konsep penebusan dosa yang dibuat oleh orang lain. Tetapi pengikut-pengikutnya kemudian hari sendiri telah mereka-cipta konsep penebusan dosa orang lain. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia (Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Matius 16:27, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4).
Insaflah bagi mereka yang mengaku Jesus sebagai Tuhan, kerana Jesus hanya sekadar manusia biasa dan dia adalah salah seorang Rasul Allah. Saya sayangkan Jesus sebagai nabi, tetapi tidak sekali-kali akan memujanya sebagai Tuhan kerana “TIADA TUHAN YANG LAYAK DISEMBAH MELAINKAN ALLAH”.
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.   Surah Al-Ikhlas
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” Surah Thaaha : Ayat 14
Dan lain2 lagi

Pernah Yesus mengatakan “Sembahlah AKU”??
Sedangkan perkara tentang TUHAN mesti dijelaskan dengan sejelas2nya terhadap umat MANUSIA. Perkara KeTuhanan bukan perkara main2, bukan perkara kecil. Maka adalah RASIONALnya ia perlu diJELAS kan dengan SEJELAS2Nya
JIka ianya TIDAK JELAS / KABUR, maka ia boleh menimbulkan SALAH FAHAM , KEKABURAN dan KEBINGUNGAN bagi manusia. Dan akhirnya dari KEKABURAN itu lah menjadikan manusia SESAT
Seperti mana orang tersesat dalam hutan, salah faham yang mana jalan yang betul yang mana salah untuk dilalui untuk keluar dari hutan
Dapat kita perhatikan dengan JELAS dan NYATA bahawa JESUS bersifat dengan sifat manusia yang nyata, bukan sifat-sifat Ketuhanan. Jika anda mahu mengetahui asas kepada sifat ALLAh, sifat Ketuhanan, berikut disertakan;
.
.
Asas Sifat 20

Ketahuilah bahawa Allah mempunyai sifat 20. Saya akan terangkan secara ringkas sahaja di sini, kerana perbahasan mengenai Sifat 20 ini terlalu panjang sebenarnya, dan perlu dipelajari dengan lebih mendalam untuk mengenal Allah, Tuhan sekelian alam.
Sifat Nafsiah
1 – Wujud
Sifat Salbiyah
2 – Qidam – Sedia ada
3 – Baqa’ – kekal
4 – Mukhalafatuhu lil hawaadith – Berlawanan dengan yang baru, tidak sama dengan makhluk

5 – Qiyaamuhu binafsih – Berdiri dengan sendirinya, tanpa kuasa lain
6 – Wahdaaniyah – Esa, Tunggal, satu, bukan Trinity.
Sifat Ma’ani
7 – Qudrat – Berkuasa , (takluk kepada segala mumkinun)
8 – Iradat – Berkehendak , menentukan (takluk kepada segala mumkinun)
9 – Ilmu – Mengetahui (takluk pada segala yang wajib, mustahil dan ja’iz bagi aqal.) , Dia mengetahui segala sesuatu tanpa ada yang dapat berselindung dariNya.
10 – Hayat – Hidup , (tiada takluk, tetapi syarat bagi aqal kita menerima adanya sifat-sifat yang lain.) Tuhan itu sentiasa hidup dan tidak sekali-kali mati. Tidak seperti yang didakwa Kristian bahawa Tuhan mati dan hidup kembali. Kalau Tuhan mati, bermakna ada yang boleh mematikan Tuhan, itu sudah menghina martabat Tuhan.
11 – Sama’ – Mendengar (takluk pada segala yang maujud.), Dia dapat mendengar segala percakapan makhluk bukan seperti kita yang terbatas.
12 – Bashor – Melihat (takluk pada segala yang maujud.) – Dia dapat melihat segala makhluk.

13 – Kalaam – Berkata-kata
Sifat Ma’nawiyah
14 – Qaadirun – Yang berKuasa, melazimkan Qudrat berdiri pada dzat
15 – Muriidun – Yang Menentukan maka melazimkan Iradat yang berdiri pada dzat
16 – ‘Alimun – Yang Mengetahui maka melazimkan ‘Ilmu yang berdiri pada dzat
17 – Hayyun – Yang Hidup melazimkan Hayyat yang berdiri pada dzat
18 – Sami’un – Yang Mendengar melazimkan Sami’ yang berdiri pada dzat
19 – Bashirun – Yang Melihat melazimkan Basir yang berdiri pada dzat
20 – Mutakallimun – Yang Berkata-kata melazimkan Kalam yang berdiri pada dzat

Wallahu a’lam.
Bersambung ke

Pengertian al-Qur'an

Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (قرأ) yang bermakna Talaa (تلا) [keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (قرأ قرءا وقرآنا) sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan (غفر غفرا وغفرانا). Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.*

Secara Syari’at (Terminologi)
Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas.
Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (al-Insaan:23)
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2)
Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firman-Nya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9)

Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya.
Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya.
Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87)
Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1)
Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29)

Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155)
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77)
Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar.” (al-Isra’:9)
Dan firman-Nya, “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (al-Hasyr:21)

Dan firman-Nya, “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (at-Taubah:124-125)
Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19)
Dan firman-Nya, “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar.” (al-Furqan:52)
Dan firman-Nya, “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (an-Nahl:89)

Dan firman-Nya, “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48)
Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. Allah ta’ala berfirman,
Dan firman-Nya, “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).” (al-Furqaan:1)
Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (an-Nisa’:80)

Dan firman-Nya, “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (al-Ahzab:36)
Dan firman-Nya, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7)
Dan firman-Nya,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٣١﴾ “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran:31)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates